Home > Cerbung > Hingga Detik Berakhir (Episode 2: Kebersamaan yang Berharga)

Hingga Detik Berakhir (Episode 2: Kebersamaan yang Berharga)

Hingga Detik Berakhir

Sejak hari itu, Rehan dan Nadine menjadi teman yang tak terpisahkan. Kehadiran Nadine yang ceria dan penuh semangat membuat hari-hari Rehan lebih berwarna. Mereka menghabiskan waktu bersama di ruang seni, mengerjakan proyek-proyek kreatif yang penuh makna.

Suatu sore, saat mereka sedang melukis mural di tembok sekolah, Nadine berhenti sejenak dan memandang Rehan. “Rehan, kamu tahu nggak, aku merasa hidupku lebih berarti sejak kita berteman,” kata Nadine dengan senyum hangat.

Rehan tersenyum balik. “Aku juga merasakan hal yang sama, Nadine. Kamu membawa banyak kebahagiaan dalam hidupku.”

Kebersamaan mereka tidak hanya terbatas pada kegiatan di sekolah. Mereka juga sering jalan-jalan bersama, mengeksplorasi tempat-tempat baru di kota mereka. Suatu hari, Nadine mengajak Rehan ke taman kota yang penuh bunga-bunga indah. Di sana, mereka duduk di bangku dan berbagi cerita.

Baca juga:  Hingga Detik Berakhir (Episode 5: Detik-Detik Terakhir)

“Nadine, apa yang membuatmu selalu semangat dan ceria setiap hari?” tanya Rehan penasaran.

Nadine menghela napas panjang. “Rehan, aku percaya bahwa hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan kesedihan. Aku ingin menikmati setiap detik, setiap momen, dan membuat kenangan yang indah.”

Rehan merasa terinspirasi oleh kata-kata Nadine. Dia belajar untuk lebih menghargai hidup dan menikmati hal-hal kecil yang sebelumnya dia abaikan. Kebersamaan mereka membuat Rehan semakin terbuka dan bahagia.

Namun, meskipun Nadine selalu terlihat ceria, Rehan tidak bisa menghilangkan kekhawatirannya tentang kondisi kesehatan Nadine. Terkadang, Nadine terlihat sangat lelah dan sering terbatuk-batuk. Rehan mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya, tetapi kekhawatiran itu selalu ada di benaknya.

Suatu hari, setelah latihan seni yang intens, Nadine tampak lebih lelah dari biasanya. “Kamu baik-baik saja, Nadine?” tanya Rehan dengan cemas.

Baca juga:  Sabuk Hitam yang Tersembunyi (Episode 3: Keputusan Ramadan)

Nadine tersenyum lemah. “Aku hanya sedikit kelelahan, Rehan. Jangan khawatir, aku baik-baik saja.”

Meskipun jawaban Nadine tidak sepenuhnya meyakinkan, Rehan memutuskan untuk tidak mendesak lebih jauh. Dia berharap Nadine akan berbagi jika ada sesuatu yang benar-benar mengganggunya.

Malam itu, saat mereka berjalan pulang bersama, Nadine tiba-tiba berhenti dan menatap langit malam yang dipenuhi bintang. “Rehan, kamu pernah berpikir tentang mimpi-mimpimu?” tanyanya.

Rehan terdiam sejenak sebelum menjawab. “Aku selalu ingin menjadi seniman terkenal dan membuat karya seni yang bisa menginspirasi banyak orang.”

Nadine tersenyum. “Itu mimpi yang indah, Rehan. Dan aku yakin kamu bisa mencapainya. Kamu punya bakat yang luar biasa.”

Rehan merasa tersentuh oleh dukungan Nadine. “Terima kasih, Nadine. Bagaimana denganmu? Apa mimpimu?”

Nadine menatap bintang-bintang dengan mata yang berkilau. “Aku ingin menjalani hidup dengan penuh semangat dan meninggalkan kenangan indah bagi orang-orang yang kucintai.”

Baca juga:  Hingga Detik Berakhir (Episode 3: Menguak Rahasia)

Kata-kata Nadine membuat Rehan semakin menyadari betapa berharga setiap momen dalam hidup ini. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu mendukung Nadine dan membuat setiap hari bersama menjadi istimewa.

Hari-hari berlalu dengan cepat, dan Rehan merasa semakin terhubung dengan Nadine. Mereka saling berbagi tawa, cerita, dan impian. Kebersamaan mereka menjadi harta yang tak ternilai bagi Rehan. Setiap momen yang mereka habiskan bersama adalah kenangan yang akan selalu dia simpan dalam hatinya.

Namun, di balik semua kebahagiaan itu, Rehan tidak bisa mengabaikan perasaan khawatir tentang kesehatan Nadine. Dia tahu bahwa ada sesuatu yang disembunyikan Nadine, dan dia bertekad untuk menemukan kebenarannya, apapun yang terjadi.

---

Dukung Liburasik.com untuk Terus Menyajikan Konten yang Informatif dan Inspiratif! Silahkan klik Nih buat jajan

---

You may also like
Hingga Detik Berakhir
Hingga Detik Berakhir (Episode 5: Detik-Detik Terakhir)
Hingga Detik Berakhir
Hingga Detik Berakhir (Episode 4: Perjuangan Bersama)
Hingga Detik Berakhir
Hingga Detik Berakhir (Episode 3: Menguak Rahasia)
Hingga Detik Berakhir
Hingga Detik Berakhir (Episode 1: Pertemuan Tak Terduga)

Leave a Reply

-Untuk kerjasama promosi, publikasi kegiatan, content placement, media partner, sponsored article, dan penayangan banner, silahkan hubungi e-mail: admin@liburasik.com-