Yogyakarta, yang dikenal sebagai kota budaya dan sejarah, menyimpan banyak peninggalan arkeologis yang menakjubkan. Salah satu permata arsitektur Budha di daerah ini adalah Candi Kalasan. Terletak sekitar 13 kilometer di timur laut Yogyakarta, Candi Kalasan menawarkan keindahan arsitektur dan sejarah yang memikat.
Sejarah Candi Kalasan
Candi Kalasan, juga dikenal sebagai Candi Kalibening, dibangun pada abad ke-8 oleh dinasti Syailendra. Candi ini didedikasikan untuk Dewi Tara, salah satu manifestasi dari Avalokiteshvara dalam ajaran Budha Mahayana. Prasasti Kalasan, yang ditemukan di dekat candi, menyebutkan bahwa candi ini dibangun atas permintaan para biksu untuk memuliakan Dewi Tara dan didanai oleh Raja Tejapurnapana Panangkaran dari kerajaan Mataram Kuno.
Prasasti tersebut juga mengungkapkan bahwa pembangunan candi ini merupakan hasil kerjasama antara para biksu Budha dan komunitas Hindu di sekitarnya, yang menunjukkan toleransi dan harmonisasi keagamaan yang luar biasa pada masa itu.
Arsitektur Candi Kalasan
Candi Kalasan adalah contoh luar biasa dari arsitektur Budha di Jawa. Candi ini memiliki struktur persegi dengan ukuran sekitar 34 meter di setiap sisi dan tinggi sekitar 24 meter. Keindahan candi ini terlihat dari relief-relief yang menghiasi dindingnya, yang mengisahkan berbagai cerita Budha.
Bagian atas candi memiliki atap berundak yang berbentuk lonceng, khas candi-candi Budha. Di setiap sudut candi terdapat arca-arca yang indah, meskipun beberapa telah mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu. Salah satu keunikan dari Candi Kalasan adalah lapisan vajralepa, semacam plester yang terbuat dari getah pohon untuk melindungi candi dari lumut dan kerusakan.
Daya Tarik Wisata Candi Kalasan
1. Relief dan Patung:
- Pengunjung dapat menikmati keindahan relief-relief yang menghiasi dinding candi, menggambarkan cerita-cerita Budha dan motif hias yang rumit. Patung Dewi Tara yang dahulu berada di dalam candi menjadi daya tarik utama meskipun sekarang sudah tidak utuh lagi.
2. Lingkungan yang Asri:
- Candi Kalasan terletak di lingkungan yang tenang dan asri, cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana damai dan belajar tentang sejarah serta budaya.
3. Dekat dengan Candi Lain:
- Candi Kalasan berdekatan dengan candi-candi lain seperti Candi Sari dan Candi Sambisari, sehingga wisatawan dapat mengunjungi beberapa situs sejarah dalam satu perjalanan.
Tips Berkunjung ke Candi Kalasan
1. Waktu Kunjungan:
- Waktu terbaik untuk mengunjungi Candi Kalasan adalah di pagi hari atau sore hari ketika cuaca lebih sejuk dan sinar matahari memberikan pencahayaan yang indah untuk fotografi.
2. Pakaian Nyaman:
- Kenakan pakaian yang nyaman dan sepatu yang cocok untuk berjalan, karena Anda akan banyak berjalan kaki saat menjelajahi candi dan sekitarnya.
3. Panduan Lokal:
- Menggunakan jasa pemandu lokal dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang sejarah dan arsitektur candi.
4. Etika Berwisata:
- Hormati situs sejarah ini dengan tidak merusak atau mencoret-coret candi. Jaga kebersihan dan bawa kembali sampah Anda.
Candi Kalasan adalah salah satu peninggalan arsitektur Budha yang paling berharga di Yogyakarta. Dengan sejarah yang kaya dan arsitektur yang memukau, candi ini menawarkan pengalaman wisata yang edukatif dan inspiratif. Mengunjungi Candi Kalasan bukan hanya tentang menikmati keindahan bangunan, tetapi juga memahami nilai-nilai toleransi dan kerjasama yang tercermin dalam sejarah pembangunannya.
Jadi, jika Anda merencanakan perjalanan ke Yogyakarta, pastikan Candi Kalasan masuk dalam daftar kunjungan Anda. Nikmati keindahan arsitektur dan pelajari sejarah yang kaya dari salah satu candi Budha tertua di Indonesia. Selamat berwisata!
Siap menerima info dan artikel menarik langsung di email Anda?
Ayo, bergabung sekarang! Gratis!




























