Masjid Sultan Suriansyah terletak di Desa Wisata Kuin Utara berada di tepi Sungai Kuin, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Desa yang memiliki daya tarik yang kuat terutama terkait dengan wisata sejarah. Wilayah ini dulu dikenal sebagai pusat penyebaran agama Islam di bawah Pemerintahan Kerajaan Banjar pimpinan Sultan Suriansyah.
Wisatawan yang berkunjung ke Desa Kuin Utara dapat menelusuri dan napak tilas perjalanan kerajaan melalui sejumlah peninggalan sejarah yang hingga kini masih terawat dengan baik. Salah satunya adalah Masjid Sultan Suriansyah tersebut. Masjid ini telah berusia lebih dari 5 abad ini (dibangun tahun 1526) dan merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan. Pola ruang yang dimilikinya mirip dengan Masjid Agung Demak.
Masjid yang juga dikenal dengan sebutan Masjid Kuin ini lekat dengan gaya arsitektur khas Banjar. Konstruksi dasarnya adalah rumah panggung berbahan dasar kayu ulin dan beratap tumpang tiga dengan hiasan mustaka pada bagian atapnya. Di bagian dalam masjid terdapat sebuah mimbar yang juga terbuat dari kayu besi/ulin. Lengkungan di muka mimbar dihiasi kaligrafi Arab. Di bawah tempat duduk mimbar terdapat undak-undak berjumlah sembilan yang dihiasi dengan ukiran berupa sulur-suluran, kelopak bunga, dan arabes yang distilir. Di bagian mihrab, atapnya terpisah dengan bangunan induk.
Masjid Sultan Suriansyah telah ditetapkan sebagai cagar budaya pada 23 Mei 2008. Masjid ini juga telah mengalami beberapa kali pemugaran. Namun keaslian bentuknya tetap dijaga, dan beberapa ornamen seperti tiang juga masih asli.
Sumber: Kemenparekraf
—
Silahkan baca artikel menarik lainnya;
- Serunya Berburu Takjil di Masjid Taman Cahaya Kedoya
- 7 Destinasi Wisata Bawah Laut Terbaik di Indonesia
- Menparekraf: Keberlanjutan Habitat Ubur-Ubur di Pulau Kakaban Harus Jadi Prioritas
Siap menerima info dan artikel menarik langsung di email Anda?
Ayo, bergabung sekarang! Gratis!



























