Industri rekreasi keluarga Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan wisata berbasis pengalaman. Karena itu, Kementerian Pariwisata mendorong penguatan investasi dan inovasi melalui penyelenggaraan Fun Asia Expo 2026, pameran industri rekreasi terbesar di Asia Tenggara.
Pameran yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada 5–6 Agustus 2026 ini diikuti lebih dari 150 peserta dari 12 negara. Pameran ini mempertemukan pelaku industri taman rekreasi, theme park, water park, penyedia teknologi, hingga investor yang bergerak di sektor atraksi wisata.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, dalam sambutannya saat membuka “Fun Asia Expo 2026”, Rabu (5/8), mengatakan pameran ini menjadi ruang strategis bagi para pelaku industri untuk memperluas jejaring, berbagi pengalaman, sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi terbaru guna memperkuat ekosistem atraksi wisata, khususnya di sektor rekreasi keluarga.
“Konsistensi penyelenggaraan pameran ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam membangun industri rekreasi keluarga di Indonesia,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.
Menurut Wamenpar, wisata keluarga merupakan salah satu segmen pariwisata yang terus berkembang. Berdasarkan U.S. Family Travel Survey tahun lalu, minat keluarga untuk berwisata bersama tetap tinggi, dengan theme park dan water park menjadi salah satu pilihan utama destinasi wisata.
Seiring perkembangan tren tersebut, atraksi wisata seperti theme park dan water park tidak lagi hanya menjadi pelengkap sebuah destinasi. Kehadirannya kini menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung, memperpanjang lama tinggal, hingga menciptakan pengalaman wisata yang berkesan.
“Dalam konteks inilah industri rekreasi keluarga memiliki peran yang semakin strategis. Ketika kita membangun taman rekreasi dan berbagai atraksi lainnya, sesungguhnya kita tidak hanya membangun sebuah destinasi, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang mampu meningkatkan kualitas pengalaman berwisata,” ujar Ni Luh Puspa.
Ia menambahkan, penguatan industri rekreasi keluarga sejalan dengan arah pengembangan pariwisata berkualitas yang menjadi fokus pemerintah. Pariwisata tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang berkualitas, berkesan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
Indonesia, kata Wamenpar, memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri rekreasi keluarga. Selain didukung tren pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara dan pergerakan wisatawan nusantara, budaya berkumpul lintas generasi yang telah mengakar di masyarakat menjadi modal sosial yang kuat dalam membangun destinasi yang ramah keluarga.
Hingga Juni 2026, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,45 juta atau tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara tercatat mencapai 630,41 juta perjalanan atau meningkat 2,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Melihat potensi tersebut, Kementerian Pariwisata terus mendorong tumbuhnya investasi, inovasi, dan pengembangan atraksi wisata yang berangkat dari potensi serta karakteristik masing-masing daerah. Upaya tersebut memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, investor, akademisi, asosiasi, dan masyarakat.
“Fun Asia Expo 2026 memiliki arti yang sangat strategis. Pameran ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan, membangun kemitraan, membuka peluang investasi, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang akan memperkuat ekosistem industri rekreasi keluarga Indonesia,” kata Wamenpar.
Ia berharap Fun Asia Expo 2026 dapat melahirkan berbagai terobosan yang tidak hanya memperkuat daya saing industri rekreasi nasional, tetapi juga menghadirkan destinasi yang semakin berkualitas, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga pameran ini berjalan sukses dan menjadi katalis bagi tumbuhnya industri rekreasi keluarga yang semakin inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkualitas di tingkat global,” kata Ni Luh Puspa.
Turut mendampingi Wamenpar Ni Luh Puspa dalam pembukaan acara tersebut, Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kementerian Pariwisata Fadjar Hutomo serta Asisten Deputi Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konvensi, dan Pameran Kementerian Pariwisata Yohanes De Britto Titus Haridjati.




























