Home > Destinasi > Bukit Gerdai, Negeri Berselimut Kabut di Lampung Barat

Bukit Gerdai, Negeri Berselimut Kabut di Lampung Barat

Bukit gerdai atau yang sering disebut masyarakat sekitar sebagai bukit kabut adalah salah satu destinasi wisata yang ada di Kota Liwa, Lampung Barat. Wisata ini menyuguhkan pemandangan kota Liwa dari ketinggian yang diselimuti kabut tebal, terlebih lagi ketika matahari terbit di ufuk timur, maka kita akan melihat di depan mata gagahnya gunung pesagi yang menjulang tinggi, dan ketika matahari perlahan mulai terbenam, maka dari arah barat kita akan melihat keindahan Gunung Seminung yang tiada taranya.

Agar sampai ke bukit gerdai yang terletak di pekon negeri ratu kembahang ini dibutuhkan waktu 15-30 menit dari pusat ibukota Lampung Barat yakni Liwa. Untuk menuju ke bukit gerdai ini kita dapat mengendarai sepeda motor bahkan mobil sekalipun, dengan jalan yang sudah dibeton. Akan tetapi, jika ingin mengendarai mobil, disaranakan agar memakirkan mobil di sebuah perkampungan sebelum tanjakan terakhir di bukit ini, sekedar berjaga-jaga agar hal yang tidak diinginkan terjadi, karena tanjakkan yang cukup tinggi serta jalan yang tidak terlalu lebar. By the way, untuk masuk ke bukit ini gratis lho, hanya saja jika kita membawa motor, ada biaya parkir Rp2.000. Selama di perjalanan ke bukit ini kita akan disuguhkan pemandangan rumah tradisional lampung yang berjejer di kiri kanan jalan, aktivitas-aktivitas masyarakat setempat di pagi hari; seperti menjemur atau menggiling kopi, dan tak luput pula dari senyum masyarakat sekitar yang begitu ramah ketika ada orang yang menyapa mereka.

Baca juga:  Siti Zahra Nurjannah Menerima Piagam dan Hadiah Juara Kategori Favorit LMADWI 2018

Bahkan kebanyakan orang yang ingin mengunjungi tempat ini datang subuh bahkan dini hari, menembus tebalnya kabut dan dinginnya kota liwa, hanya sekedar untuk menyaksikan sunrise dan pemandangan kota liwa dari ketinggian dan jika kamu ingin pergi kesini jangan lupa agar membawa makanan atau minuman karena di atas bukit ini tidak ada yang berjualan, baik itu makanan ataupun minuman.

Saat dirimu sampai di bukit ini, percayalah perjalanan yang melelahkan itu akan terbayar lunas saat matahari terbit dibalik awan, benar benar terasa bagai negeri diatas awan dan rasa capek, dingin, lelah akan berganti dengan rasa syukur, karena tuhan telah memberi keindahan alam yang begitu menakjubkan, apalagi saat kabut perlahan mulai menghilang dari balik pepohonan dan kebun masyarakat dikala matahari terbit, sungguh pemandangan yang luar biasa. Bahkan adanya ilalang- ilalang yang tumbuh lebat di atas bukit ini dijadikan wisatawan yang berkunjung ke tempat ini sebagai spot untuk berfoto yang semakin membuat bukit ini menjadi lebih diminati untuk didatangi.

Baca juga:  Pesona Curug Sawer di Kota Wajit, Cililin

Dan Jika dirimu singgah ke Lampung Barat, mampirlah sejenak ketempat ini, yakinlah bahwa suasana di tempat ini jauh lebih menenangkan daripada riuh-gemuruh kehidupan yang ada di kota dan jangan lupa agar membawa secangkir kopi untuk kau nikmati bersama terbitnya mentari, indah bukan?

Jadi kapan kamu datang ketempat ini? (Robiy Haristianata, Kandidat Juara Kategori Favorit LMADWI 2108)

***

You may also like
Menjelajahi Fasilitas Olahraga Kelas Dunia di Jakabaring Sport City
Pempek, Makanan Favorit Wong Kito
Kambang Iwak tampil lebih cantik, indah dan mempesona
Pesona dan Keindahan Rumah Sesat Agung Bumi Gayo

Leave a Reply